Citra PDAM Buruk di Mata Publik, Sekda Harap Manajemen Perkuat Keterbukaan Informasi

 

Lombok Timur - Sekertaris Daerah M. Juaini Taofik menghadiri Rapat Pertanggungjawaban Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Lombok Timur Tahun Buku 2022, Kamis (20/7), di Aula PDAM.

Menanggapi laporan direktur PDAM, Sekda berharap agar PDAM terbuka dan memperkuat keterbukaan informasi. Dengan informasi yang tepat diharapkan masyarakat mengetahui kondisi PDAM. Saat ini, menurutnya citra PDAM tidak baik di masayarakat. Padahal berdasarkan hasil audit akuntan independen PDAM Lombok Timur memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material. Begitu pula dengan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). BPKP berdasarkan sejumlah indikator  BPPSPAM menyatakan bahwa PDAM Lombok Timur tergolong sehat.

Dengan keterbukaan informasi itu pula diharapkan dapat lebih memudahkan sosialisasi penyesuaian tarif dasar air PDAM ke depan, sehingga dapat diterima oleh masyarakat atau pelanggan dengan baik.

Sekda juga mengingatkan untuk memperkuat internal perusahaan.  Pembagian tugas yang jelas, mitigasi risiko sehingga dapat segera diatasi, termasuk pengelolaan sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya membangun kekompakan dan menjadi satu kesatuan serta rasa saling memiliki untuk memajukan perusahaan.            

Sekda Juaini juga mengingatkan untuk tidak menyebut PAMDes sebagai saingan, melainkan yang harus dibina.

Sementara itu Dewan Pengawas PDAM Andi Budiman dalam laporannya menggarisbawahi bahwa Direksi dan jajarannya telah mampu merampungkan penyesuaian tarif yang merupakan momok sejak tahun 2015. Ia berharap tahun depan dapat ditingkatkan sebab harga air di Lotim masih terbilang rendah se-Indonesia.

Sebelumnya Direktur Utama PDAM Lombok Timur H. Marhaban menyampaikan dalam kurun enam bulan terakhir Ia beserta jajaran berusaha optimal  membenahi perusahaan tersebut. Dari aspek laba bersih, dibandingkan periode sama tahun lalu, laba perusahaan meningkat sebesar Rp. 943 Juta lebih. Sementara penerimaan kas mencapai Rp. 5 Milyar. Hal itu diakuinya berkat kerja sama yang baik semua elemen perusahaan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.