SKI Berjalan, Permudah Pemkab Lotim Tentukan Regulasi Kesehatan


LOMBOK TIMUR - Dinas Kesehatan Lombok Timur tengah melaksanakan program Survey Kesehatan Indonesia (SKI). Program yang dijalankan secara nasional ini merupakan pengganti Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. 


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. Pathurrahman menjelaskan hasil SKI ini akan menjadi input dalam penentuan kebijakan pemerintah daerah dalam bidang kesehatan. "Karena jika berdasarkan data akan lebih mudah untuk menentukan regulasi atau diintervensi melalui kebijakan," terang Pathurrahman, Senin (28/8/2023).


Adapun yang metode kerjanya dengan menerjunkan 7 tim enumerator (tenaga pengumpul data). 7 tim yang berisi 28 orang dengan rincian Perawat 6 orang, Bidan 6 orang, Tenaga Kesehatan Masyarakat 4 orang, Analis Kesehatan 5 orang, dan Tenaga Gizi 7 orang.


Sebelum melaksanakan tugasnya, tim enumerator telah lebih dahulu dibekali pelatihan pengumpulan data, membuat kuesioner, entri laporan, termasuk keahlian teknis. 


"Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 14 Agustus sampai dengan 30 September 2023," sebutnya.


Adapun yang menjadi target dalam SKI adalah seluruh aspek kesehatan secara menyeluruh. Mulai dari status gizi, hingga penyakit menular maupun tidak menular.


Di Lombok Timur sendiri, ada 79 desa/kelurahan yang menjadi sasaran survey dan telah terbagi dalam sistem blok sensus. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.