Masuki Musim Kemarau, Kadinkes Bagi Tips Jaga Kesehatan

 

LOMBOK TIMUR - Suhu tinggi dan paparan matahari yang berlebih pada musim kemarau seperti sekarang ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama terhadap risiko dehidrasi (kekurangan cairan tubuh secara berlebihan). Untuk mengatasi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur Dr. Pathurrahman,  memberikan tips agar masyarakat terhindar risiko dehidrasi.


Masyarakat disarankan untuk menyesuaikan aktivitas serta mengatur pola makan dan minum. "Kaitannya dengan dehidrasi di musim kemarau, sebaiknya minum itu disesuaikan dengan aktivitas," kata Pathurrahman, Selasa (5/9/2023).


Tingginya intensitas dalam beraktivitas harus diimbangi dengan banyak minum dan teratur. Hal ini untuk mencegah tubuh kekurangan cairan.


"Air fungsinya besar bagi tubuh kita, air ini di dalam tubuh sebagai pelarut. Kalau dalam bahasa kesehatannya hidrolisasi, sebagai zat yang dibutuhkan oleh tubuh. jadi minum sesuai dengan aktivitas," pesannya.


Ia pun mengingatkan agar masyarakat mengkonsumsi air yang layak minum. Karena air tidak layak minum justru menjadi bumerang yang dapat membahayakan kesehatan sehingga terjadi resiko terkena diare atau gangguan pencernaan lainnya.


Air yang sehat dapat diketahui dengan mengenali ciri fisiknya. Seperri air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sedangkan secara bakterologi, harus diperiksa di laboratorium.


Adapun beberapa gejala dehidrasi adalah merasakan haus yang berlebihan, kulit kering, urin berwarna gelap, kelelahan, dan pusing. Jika mengalami gejala-gejala seperti di atas, hendaknya segera minum air yang cukup dan istirahat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.