Laba Bersih Naik 34 Persen, Bupati Lotim Minta PD Agro Selaparang Genjot Produksi dan Setor PAD Lebih Besar

 


Selong – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri rapat laporan pertanggungjawaban keuangan Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang Tahun Buku 2025 di Selong, Rabu (20/5). Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi tren positif kinerja perusahaan namun tetap menekankan pentingnya transparansi, pengawasan ketat, serta optimalisasi pengelolaan aset demi mendongkrak kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu poin evaluasi utama yang disoroti Bupati adalah masih menumpuknya piutang perusahaan yang belum tertagih dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ia meminta manajemen segera membentuk tim khusus guna mempercepat penagihan piutang tersebut agar tidak mengganggu arus kas perusahaan. Di sisi lain, Haerul Warisin memuji langkah taktis jajaran direksi yang kini mengelola langsung aset kolam ikan alih-alih menyewakannya ke pihak lain, karena terbukti memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar bagi daerah.

Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi bisnis PD Agro Selaparang. Beberapa rencana strategis yang direstui Bupati antara lain kerja sama kemitraan pola barter dengan perusahaan asal Surabaya, di mana Lombok Timur akan memasok komoditas jagung dan ditukar dengan kebutuhan peternakan seperti bibit ayam, pakan, hingga obat-obatan. Selain itu, Bupati meminta perusahaan meningkatkan kapasitas mesin Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menguasai pasar lokal, serta menangkap peluang bisnis baru berupa produksi es batu kristal untuk sektor kuliner yang pasarnya sedang tumbuh pesat.

Sementara itu, Direktur Utama PD Agro Selaparang, Sabar, menjelaskan bahwa sepanjang tahun buku 2025 perusahaan menghadapi dinamika pasar yang kompleks namun tetap mampu beroperasi optimal. Unit bisnis penopang seperti distributor pupuk subsidi, es balok, garam beryodium, AMDK, beras kemasan, jagung pipilan, hingga budidaya perikanan air tawar mencatatkan performa yang solid.

Dari data finansial yang dipaparkan, PD Agro Selaparang sukses membukukan pendapatan kotor sebesar Rp2,903 miliar dengan beban operasional sebesar Rp2,639 miliar. Hasil ini membawa perusahaan meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp214,4 juta, atau melonjak 34,58 persen dibandingkan capaian tahun buku 2024. Peningkatan ini juga mendongkrak total aset perusahaan per 31 Desember 2025 menjadi Rp14,26 milar atau naik sebesar Rp2,44 miliar, dan memungkinkan perusahaan menyetorkan dividen langsung ke kas daerah senilai Rp117,9 juta.

Selain pertumbuhan laba, manajemen juga berhasil menuntaskan sejumlah kewajiban masa lalu, termasuk pelunasan tunggakan pajak periode 2019 hingga 2021 sebesar Rp600 juta dan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp108,8 juta.

Ketua Dewan Pengawas PD Agro Selaparang, Wimuhcianto, turut mengapresiasi kerja keras direksi yang dinilai responsif di tengah tantangan usaha. Kendati demikian, dewan pengawas tetap memberikan sejumlah catatan strategis yang harus dipenuhi ke depan, terutama terkait efisiensi biaya operasional, penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas SDM, serta kehati-hatian dalam menjajaki rencana bisnis baru seperti komoditas cangkang kemiri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.