Meroket dari Peringkat 7 ke Peringkat 2, Kafilah Lombok Timur Sabet Juara Umum Dua MTQ XXXI NTB
Praya – Kafilah Kabupaten Lombok Timur berhasil mengukir prestasi gemilang dengan melampaui target pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok Timur sukses mengamankan posisi Juara Umum Kedua setelah mengumpulkan total nilai 177.
Posisi Juara Umum Pertama diraih oleh tuan rumah, Kabupaten Lombok Tengah, yang mendominasi kompetisi dengan raihan nilai 245.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir langsung pada malam penutupan di Bencingah Masmirah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6) malam, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, pelatih, ofisial, pengurus LPTQ, serta masyarakat Lombok Timur.
Keberhasilan ini terbilang fantastis mengingat pada perhelatan MTQ tingkat provinsi sebelumnya, Lombok Timur harus puas terlempar di peringkat ke-7.
"Ini berkat kegigihan LPTQ dan kegigihan para peserta yang terus mau belajar dan berlatih. Mudah-mudahan ke depan prestasi kita akan semakin baik lagi," ujar Haerul bangga.
Kendati mengalami lompatan prestasi yang signifikan, Bupati menegaskan pihak eksekutif tidak akan cepat berpuas diri. Pemda bersama LPTQ akan segera melakukan evaluasi menyeluruh berdasarkan hasil kompetisi ini untuk menyusun strategi pembinaan jangka panjang.
Sebagai bentuk apresiasi nyata atas perjuangan para qari dan qariah, Bupati memastikan pemerintah daerah akan menggelontorkan bonus sebesar Rp 1 miliar melalui LPTQ Lombok Timur untuk dibagikan kepada para juara.
Acara penutupan MTQ XXXI NTB ini ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, yang juga menyerahkan piala bergilir Juara Umum kepada Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam arahannya, Wagub Indah mengingatkan bahwa esensi utama MTQ bukan sekadar ajang perburuan gelar juara antar-kafilah, melainkan instrumen penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah tantangan kemajuan zaman.
"Al-Quran harus menjadi benteng utama bagi generasi islami yang akan mewarisi estafet pembangunan di NTB. Kompetisi ini adalah wadah pemersatu yang mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan seluruh masyarakat," kata Indah.
Melihat tingginya kualitas dan potensi besar para peserta tahun ini, Wagub optimistis duta-duta kafilah yang lahir dari kompetisi ini tidak hanya akan bersinar di tingkat regional, tetapi juga siap membawa nama harum NTB ke panggung MTQ tingkat nasional.


Post a Comment