IAIH Pancor Dorong Guru Madrasah Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
LOMBOK TIMUR - Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor mendorong peningkatan kualitas pembelajaran madrasah melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan literasi. Upaya tersebut dilakukan melalui workshop yang melibatkan 48 guru dari 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.
Workshop bertema Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Literasi tersebut berlangsung selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan merupakan kerja sama IAI Hamzanwadi Pancor dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk implementasi konsep Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim KBC Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor menggunakan pendekatan workshop andragogi, pembelajaran partisipatif, serta pendampingan. Pendekatan tersebut diarahkan agar guru tidak hanya memahami konsep KBC, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.
Dewi Rohiani, M.Pd., selaku narasumber menjelaskan KBC dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi pada setiap mata pelajaran yang ada, sehingga dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang humanis dan bermakna.” jelas Dewi.
Menurutnya, KBC mengembangkan nilai spiritual berupa cinta kepada Allah dan Rasul, nilai intelektual berupa cinta ilmu, nilai personal berupa cinta diri, nilai sosial berupa cinta sesama, nilai ekologis berupa cinta lingkungan, serta nilai kebangsaan berupa cinta tanah air.
“Kelima nilai inti merupakan penjabaran dari prinsip dasar ajaran Islam, yaitu ajaran rahmatan lil ‘alamin (rahmah/mahabbah) yang harus menjadi kerangka dasar proses pembelajaran di lembaga pendidikan Islam,” ujarnya.
Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada IAI Hamzanwadi Pancor, khususnya Tim KBC Fakultas Tarbiyah, yang telah memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan KBC.
“Ini akan menjadi panduan kami di lembaga kami masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik dengan nilai cinta dan kasih sayang sesuai dengan inti ajaran Islam,” katanya.
Workshop tersebut merupakan tahap kedua dari empat tahapan pelaksanaan KBC. Tahapan tersebut meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut I, serta evaluasi dan tindak lanjut II.
Wakil Rektor III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menekankan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dengan madrasah dan lembaga lainnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran IAI Hamzanwadi Pancor sebagai Kampus Berdampak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Idawati, M.Pd., yang juga menjadi penanggung jawab Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor, mengatakan workshop tersebut merupakan langkah strategis untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan.
“Ini merupakan langkah strategis dalam upaya terus mengaktualisasikan kebijakan Kampus Berdampak yang menghubungkan (link and match) dunia perguruan tinggi dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan,” ungkapnya.
Setelah workshop selesai, Tim KBC IAI Hamzanwadi Pancor akan melanjutkan kegiatan sesuai tahapan yang telah dirancang dalam program Kurikulum Berbasis Cinta.














Post a Comment