“Siap Meriri”, Langkah LHS Membawa Semangat Perubahan di Pringgabaya


LOMBOK TIMUR - Suasana pendaftaran calon Kepala Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (21/10/2026), berlangsung meriah. Lalu Herman Sugandi (LHS) datang ke sekretariat panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan diiringi para pendukung yang memadati lokasi.


Di tengah antusiasme tersebut, LHS membawa jargon “Siap Meriri”. Bagi masyarakat Sasak, meriri berarti memperbaiki. Kata sederhana ini menjadi identitas pencalonannya sekaligus pesan tentang harapan terhadap masa depan Desa Pringgabaya.


Bagi LHS, dukungan yang mengiringi langkahnya bukan semata-mata tentang pencalonan dirinya. Ia memandang kebersamaan tersebut sebagai penyemangat untuk memperjuangkan harapan masyarakat.


“Kehadiran pendukung ini menjadi penyemangat bagi saya. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang kebersamaan dan harapan masyarakat untuk Pringgabaya,” ujar LHS.


Jargon “Siap Meriri” pun membawa pesan bahwa perbaikan desa membutuhkan keterlibatan bersama. LHS mengajak masyarakat untuk melihat berbagai hal yang masih perlu dibenahi sebagai pekerjaan yang harus diupayakan secara kolektif.


“Meriri bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi semangat bersama untuk membangun Pringgabaya menjadi lebih baik,” katanya.


Menurut LHS, kemajuan desa tidak cukup hanya mengandalkan kepala desa. Partisipasi dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan perubahan yang diharapkan.


Pendaftaran pada Rabu itu menjadi awal langkah LHS mengikuti kontestasi Pilkades Pringgabaya. Melalui jargon “Siap Meriri”, ia memperkenalkan semangat perbaikan yang ingin dibawanya kepada masyarakat.


Pada akhirnya, makna meriri tidak hanya terletak pada sebuah jargon, tetapi juga pada bagaimana semangat memperbaiki itu dapat diwujudkan menjadi kerja nyata bagi Desa Pringgabaya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.