Bupati Lotim Ingatkan Pelayanan Manusiawi dan Pastikan Keberlanjutan Tenaga Honorer Kesehatan

 


Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri Resepsi Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Lombok Timur, Sabtu, (13/12/2022). Kegiatan tersebut dihadiri kepala puskesmas, pimpinan sejumlah rumah sakit umum daerah, serta tenaga kesehatan.


Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengingatkan pimpinan puskesmas dan rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah agar tetap memberikan ruang bagi tenaga kesehatan honorer yang masih aktif bekerja. Ia menegaskan bahwa secara regulasi, pengangkatan tenaga honorer masih dimungkinkan.


“Kita tidak tahu kebijakan presiden ke depan. Bisa saja ada aturan yang merekrut seluruh honorer menjadi ASN. Karena itu, saya tidak merumahkan honorer saat ini,” ujar Warisin.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di Lombok Timur mencapai 11.029 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 orang telah dinyatakan selesai proses administrasinya, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.


“Selama BLUD siap, jangan khawatir soal honor. Saya tidak menyetop atau merumahkan tenaga honorer,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang humanis dan berorientasi pada masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk melayani masyarakat dengan baik.


“Profesi kesehatan ini untuk melayani masyarakat. Kita semua sudah disumpah. Saya tidak ingin mendengar ada fasilitas kesehatan yang pelayanannya tidak baik atau masih bersikap judes,” tegasnya.


Menurut Warisin, sikap ramah dan senyum merupakan bagian dari pelayanan. Ia menilai, menyenangkan hati orang lain merupakan nilai kebaikan yang harus dijaga oleh tenaga kesehatan.


“Kalau tidak bisa membantu dengan cara lain, bantu dengan senyum. Orang yang menerima senyum itu akan senang,” ujarnya.


Ia juga meminta agar tenaga kesehatan tidak terlalu kaku dalam menerapkan aturan, khususnya dalam penanganan pasien dengan kondisi penyakit berisiko tinggi, selama langkah yang diambil tidak merugikan negara dan lebih banyak membawa manfaat.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan puncak peringatan HKN ke-61 menjadi momentum berkumpulnya seluruh tenaga kesehatan dan tenaga medis di Lombok Timur.


“Arahan Bupati jelas, pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama. Nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas, sementara persoalan lain bisa dinomorduakan,” kata Lalu Aries.


Ia menegaskan jajaran Dinas Kesehatan Lombok Timur berkomitmen menjalankan arahan tersebut dan terbuka terhadap masukan dari seluruh elemen masyarakat guna perbaikan pelayanan kesehatan ke depan.


Dalam kegiatan tersebut, puluhan tenaga kesehatan dan tenaga medis kategori teladan menerima piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Lombok Timur.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.