38 Desa Pesisir Masih Tertinggal, Sekda Lotim Dorong Kolaborasi UNRAM Tekan Kesenjangan
Selong – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kolaborasi dengan Universitas Mataram dalam mendorong pembangunan wilayah pesisir, khususnya di bagian selatan daerah tersebut.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menghadiri kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian UNRAM di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Sabtu (17/1).
Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi kontribusi UNRAM yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah, terutama dalam sektor pertanian dan maritim.
“Kami berterima kasih karena Universitas Mataram kembali mendarmabaktikan sumber dayanya untuk kemajuan Lombok Timur,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa wilayah pesisir Lombok Timur masih menghadapi kesenjangan pembangunan, terutama dilihat dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pendapatan masyarakat.
“Karena ada 38 desa pinggir pantai kami, kalau kita lihat dari IPM dan sub PDRB-nya memang masih senjang,” katanya.
Menurutnya, pengembangan sektor unggulan seperti budidaya rumput laut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia bahkan optimistis jika dibangun laboratorium rumput laut, produktivitas masyarakat akan meningkat signifikan.
Namun demikian, Sekda menekankan bahwa peningkatan pendapatan harus diimbangi dengan pengurangan beban hidup masyarakat, salah satunya melalui pembangunan fasilitas kesehatan.
Selain itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan UNRAM tetap terjaga meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di kampus tersebut.
“Kami berharap hubungan antara UNRAM dan Lombok Timur semakin mesra,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mengurangi kesenjangan serta mendorong pemerataan pembangunan di Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan, kemandirian masyarakat, serta gerakan penghijauan di wilayah pesisir selatan Lombok Timur.



Post a Comment