Jamin Stok Aman Jelang Lebaran, Pertamina Guyur 50 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Lombok Timur

 


Selong – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa komoditas LPG ukuran 3 kilogram di wilayahnya berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan. Bupati juga memastikan tidak ditemukan adanya gejolak harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah di tingkat pangkalan resmi.

Menurut Haerul Warisin, jika masyarakat sempat merasakan sedikit kesulitan dalam mendapatkan gas melon di beberapa tempat, kondisi tersebut merupakan imbas dari lonjakan konsumsi rumah tangga selama bulan Ramadan serta tingginya aktivitas memasak menjelang Idul Fitri. Faktor lain yang ikut memicu peningkatan permintaan adalah fenomena mudik, di mana gelombang warga urban yang pulang ke kampung halaman secara otomatis mendongkrak angka penggunaan energi di tingkat desa.

“Tidak ada kelangkaan dan harga LPG tetap berada di HET. Kalaupun terjadi penggunaan sedikit berlebih kemarin itu adalah imbas dari penggunaan kita di bulan Ramadan menghadapi Idul Fitri,” terang Bupati Haerul Warisin. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan membeli gas sesuai dengan kebutuhan wajar tanpa perlu melakukan aksi borong.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Sales Branch Manager Rayon 1 NTB PT Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan. Ia menjamin bahwa ketahanan stok LPG, baik yang berada di depot sentral maupun di jaringan agen, dalam posisi yang sangat aman. Untuk wilayah Pulau Lombok secara keseluruhan, Pertamina rutin menyalurkan sedikitnya 35 ribu tabung per hari dalam kondisi normal.

Khusus untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi hari raya hingga perayaan Lebaran Topat (Ketupat), Pertamina mengambil langkah taktis dengan menyiapkan pasokan ekstra hingga 250 persen dari alokasi harian normal. Penyaluran tambahan ini dipastikan sudah mulai digelontorkan ke pangkalan-pangkalan resmi demi mempercepat distribusi ke masyarakat.

“Hari ini sudah berjalan, contoh seperti di SPBU Sikur yang biasanya menyalurkan harian sekitar 50 metric ton, hari ini sudah ter-planning 80 metric ton. Mudah-mudahan siang atau sore ini distribusinya sudah selesai. Masyarakat silakan membeli di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina,” jelas Tommy Wisnu Ramdan.

Secara akumulatif, Pertamina menyalurkan tambahan sebanyak 17.900 tabung gas subsidi yang disebar khusus ke seluruh wilayah Lombok Timur. Dengan tambahan pasokan tersebut, total ketersediaan gas melon yang beredar di Lombok Timur menyentuh angka kisaran 50 ribu tabung, sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir akan kekurangan pasokan gas di dapur mereka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.