Tekan Lonjakan Harga Cabai, Pemkab Lombok Timur Datangkan Pasokan dari Sulawesi Selatan



SELONG – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah cepat untuk mengintervensi meroketnya harga cabai di pasaran dengan mendatangkan pasokan cabai rawit merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Komoditas tersebut tiba melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) pada Jumat (6/3/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil kerja sama bisnis (business to business) antara champion cabai Lombok Timur dengan Enrekang. Upaya ini bertujuan menstabilkan pasokan guna menekan harga yang sempat menyentuh angka Rp 120 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram akibat tingginya curah hujan.

"Kita bantu mendekatkan sekaligus membuat harga lebih murah dari harga yang sekarang. Besok kita akan melakukan operasi pasar, khususnya cabai di Pasar Pancor, Taman Rinjani, dan beberapa titik lainnya," ujar H. Muhammad Juaini Taofik usai serah terima pasokan tersebut.

Melalui intervensi ini, cabai akan dipasarkan seharga Rp 75 ribu per kilogram, jauh di bawah harga pasar saat ini. Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal, menambahkan bahwa Bapanas memfasilitasi biaya transportasi pengiriman tersebut sehingga harga jual di Lombok dapat ditekan sama dengan harga asal di Enrekang.

"Intervensi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menstabilkan harga sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau," papar Rinna Syawal.

Sebagai strategi jangka panjang, Pemerintah Daerah mengimbau para petani dan masyarakat untuk kembali meningkatkan produksi lokal. Hal ini krusial mengingat Lombok Timur secara historis merupakan salah satu daerah lumbung cabai di NTB, namun saat ini tengah menghadapi tantangan produksi akibat faktor cuaca ekstrem.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.