Sikapi Keresahan Warga, Pemkab Lotim Gandeng NGO Jerman Gelar Sterilisasi Berkelanjutan Anjing Liar

 


Selong – Maraknya insiden yang melibatkan keberadaan anjing liar dalam beberapa waktu terakhir mulai mengusik rasa aman dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Merespons keresahan kolektif tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bergerak cepat mencari formula solusi terbaik guna mengendalikan lonjakan populasi hewan tersebut dengan menggelar Workshop Kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam arahannya sebelum membuka workshop mengingatkan jajarannya bahwa paradigma dunia saat ini telah bergeser. Perhatian publik global kini tidak hanya tertuju pada aspek kesejahteraan manusia (human welfare), melainkan juga sudah sangat sensitif terhadap isu kesejahteraan hewan (animal welfare).

Atas dasar pertimbangan moral tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa langkah ekstrem berupa eliminasi atau peracunan massal seperti yang sempat diadopsi beberapa waktu lalu sudah tidak relevan dan dinilai kurang tepat. Terlebih lagi, Pulau Lombok yang kini memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata internasional akan rentan mendapat sorotan negatif serta kecaman dari para pemerhati hewan dunia jika tetap nekat menerapkan opsi penanganan yang dinilai kejam. Sebagai jalan keluar, metode pengebirian atau sterilisasi dinilai sebagai opsi medis yang jauh lebih manusiawi dan efektif.

“Untuk mengatasi itu eliminasi bukan jalan yang recommended. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” jelas Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya memetakan strategi penanganan.

Kendati demikian, Wakil Bupati tidak menampik fakta di lapangan bahwa pelaksanaan sterilisasi massal menuntut kesiapan yang besar, baik dari segi ketersediaan tenaga medis veteriner maupun alokasi anggaran daerah yang tidak sedikit. Tantangan ini kian kompleks lantaran hingga kini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum mengantongi data statistik yang pasti mengenai angka populasi riil anjing liar di seluruh wilayahnya.

Menyiasati kendala operasional tersebut, Wakil Bupati menaruh harapan besar pada pelaksanaan workshop yang turut dihadiri oleh perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO) internasional asal Jerman ini. Kehadiran lembaga donor tersebut diharapkan mampu menyuplai transfer teknologi, pemetaan regulasi, serta bantuan pendanaan strategis di tengah situasi keterbatasan kondisi fiskal yang sedang dialami oleh daerah.

“Sehingga kita nanti diskusi itu punya opsi-opsi mana yang ril bisa kita laksanakan; mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” pungkas Wakil Bupati berharap agar kolaborasi internasional ini segera membuahkan aksi nyata di lapangan demi memulihkan kondusivitas keamanan warga.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.