HUT ke-74 Maraqitta`limat, Gubernur NTB Puji Kualitas Adab Lulusan dan Paparkan Program Prioritas
Wanasaba – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Yayasan Maraqitta
limat yang dirangkaikan secara khidmat dengan Haul Al-Maghfurullah TGH. Zainuddin Arsyad ke-35. Acara religius tersebut dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren Maraqittalimat Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Jumat (1/5). Selain Wakil Bupati, agenda besar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhammad Iqbal.Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata yang telah dipersembahkan oleh Yayasan Maraqitta`limat selama hampir tiga perempat abad, khususnya dalam mendongkrak kluster pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat. Gubernur mengakui bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan ini sukses mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kapasitas intelektual, tetapi juga dibekali dengan keluhuran akhlak dan adab yang tinggi.
“Bukan hanya karena kemampuannya, hasil pendidikannya, tetapi adabnya. Karena seorang perawat itu dalam keadaan apapun dia selalu menghadiahi pasiennya dengan senyum. Dan ini adalah salah satu ciri dari lulusan Maraqitta`limat,” urai Gubernur Iqbal memberikan analogi dan pujian langsung.
Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan zaman saat ini, figur individu yang memegang teguh nilai-kadang adab sudah kian langka dan sulit ditemukan. Atas dasar kontribusi moral dan sosial tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk senantiasa mendukung setiap lini pengembangan fasilitas yang akan dilakukan oleh Yayasan Maraqitta`limat ke depan sesuai dengan kapasitas kemampuan daerah.
Di hadapan ribuan jemaah yang telah memadati lokasi acara sejak siang hari, Gubernur Iqbal juga memanfaatkan momentum ini untuk memaparkan tiga pilar program prioritas Pemerintah Provinsi NTB dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Fokus makro tersebut meliputi akselerasi pengurangan angka kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan daerah, serta perluasan sektor pariwisata.
Gubernur menilai, wilayah bumi "Gora" pada dasarnya memiliki modalitas potensi alam dan manusia yang sangat besar di berbagai sektor. Kekayaan tersebut dituntut untuk dikelola secara optimal dan agresif agar NTB dapat segera bertransformasi dan keluar dari daftar rilis 12 provinsi termiskin di Indonesia. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa target besar dari tiga program prioritas tersebut mustahil dapat direalisasikan tanpa ditopang oleh kualitas sektor kesehatan, penguatan akses pendidikan, serta penyediaan infrastruktur wilayah yang mumpuni.


Post a Comment