Hilirisasi Komoditas Unggulan: Bupati Lotim Bidik Potensi Porang dan Investasi Kelapa
Selong – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah, H. Muhammad Juaini Taofik, menerima audiensi jajaran Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Perum Bulog di Ruang Rapat Bupati. Pertemuan strategis ini digelar guna mengonsolidasikan sejumlah program krusial yang meliputi pengembangan ekosistem desa berdaya, percepatan hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Bupati Haerul Warisin menyatakan bahwa bauran program yang dipaparkan oleh pihak provinsi dan Bulog sangat linier dengan peta jalan serta konsentrasi pembangunan yang tengah digenjot oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur saat ini. Salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang kini menjadi primadona dan perhatian serius pemda adalah tanaman porang. Bupati mengungkapkan, posisi harga porang di tingkat petani Lombok Timur saat ini sangat menjanjikan karena menyentuh angka Rp10.200 per kilogram, bahkan telah melampaui standar harga keekonomian yang ditetapkan oleh Bulog.
“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” urai Bupati Haerul Warisin menjabarkan keunggulan komoditas tersebut.
Lebih lanjut, Bupati membeberkan bahwa volume produksi porang di Lombok Timur terbilang sangat produktif karena mampu menyuplai sekitar 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari bahan mentah umbi hingga proses pengolahan menjadi tepung. Guna menjaga stabilitas harga dan mutu produk, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan melekat di sektor hulu hingga hilir.
Sementara itu, terkait dengan eksekusi program desa berdaya, Bupati menginstruksikan pemerintah provinsi untuk segera melakukan identifikasi dan pemetaan kebutuhan spesifik di tujuh desa lokus sasaran yang masuk dalam kategori tersebut. Ketujuh wilayah itu meliputi Desa Tetebatu, Desa Sakra, Desa Pijot, Desa Pringgabaya Utara, Desa Sembalun Bumbung, Desa Pesanggrahan, dan Desa Lendang Nangka Utara. Sebagai langkah digitalisasi, Bupati turut memberikan masukan taktis agar penyaluran skema bantuan sembako ke depan beralih menggunakan kartu khusus berbasis data elektronik demi menjamin ketepatan sasaran dan efisiensi distribusi di lapangan.
Beralih ke sektor perkebunan, Bupati mengakui bahwa bentang lahan di wilayah Lombok Timur memiliki potensi vegetasi kelapa yang sangat melimpah. Merespons kekayaan alam tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membuka pintu selebar-lebarnya dan menyambut baik kehadiran para investor yang berminat menjalin kemitraan strategis dalam pengembangan industri turunan komoditas kelapa guna mendongkrak nilai tambah pendapatan daerah serta kesejahteraan para petani kelapa setempat.


Post a Comment