Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka, Bupati Haerul Warisin: Ini Wadah Efektif Tempa Mental Generasi Muda
Selong – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Lombok Timur, secara resmi melantik 50 anggota pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat pada Rabu (6/5).
Di awal arahannya, Bupati sempat melontarkan seloroh hangat dengan menyebut momen pengukuhan kali ini sebagai prosesi pelantikan yang paling seru dan berkesan dibandingkan pelantikan organisasi lainnya. Di balik kelakar tersebut, Bupati memberikan penekanan khusus mengenai besarnya tanggung jawab moral yang kini bertumpu di pundak jajaran pengurus baru. Ia menyatakan bahwa jajaran personalia yang terpilih mengisi struktur kepengurusan ini merupakan figur-figur yang sudah sangat familier bagi dirinya.
"Saya hafal wajah-wajah yang ada daripada pengurus-pengurus di kabupaten. Saya berharap pengurus-pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan baik, dan melakukan pembinaan dengan baik. Baik bagi adek-adek dan masyarakat kita," ujar Bupati Haerul Warisin.
Bupati mengingatkan secara tegas bahwa prosesi pelantikan ini jangan sampai direduksi menjadi sekadar agenda seremonial tahunan belaka. Menurutnya, pengukuhan ini merupakan bentuk pengakuan sekaligus legitimasi resmi, baik dari pihak pemerintah maupun elemen masyarakat, atas komitmen kepanduan di Lombok Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga bernostalgia membagikan kisah personal mengenai kecintaannya pada kepramukaan yang telah berakar kuat sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana ia sempat dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Regu. Bagi Haerul, gerakan pramuka laksana "Kawah Candradimuka" yang terbukti sangat efektif dalam menempa mentalitas, kedisiplinan, serta ketahanan fisik generasi muda. Refleksi masa lalu itu membuatnya sangat optimistis bahwa nilai-nilai dasar Pramuka merupakan solusi konkret dan benteng pertahanan terbaik bagi kaum muda dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Menutup sambutannya, Ketua Mabicab menitipkan harapan besar kepada seluruh fungsionaris yang baru dikukuhkan agar tidak sekadar bangga menyandang status jabatan di atas kertas, melainkan harus mampu menelurkan terobosan yang membawa perubahan nyata bagi organisasi. Pengurus dituntut adaptif, inovatif, dan responsif dalam memimpin pergerakan, sekaligus menjadikan gerakan kepanduan sebagai poros utama penguatan pendidikan karakter serta role model atau teladan positif bagi masyarakat, bangsa, dan daerah.


Post a Comment