TMMD ke-128 di Lombok Timur Resmi Ditutup, Infrastruktur Desa Paok Lombok Rampung 100 Persen

 


Suralaga – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Lapangan Suralaga, Kamis (21/5). Agenda rutin ini menandai berakhirnya program akselerasi pembangunan yang sukses mengintegrasikan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kawasan perdesaan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief membacakan amanat tertulis Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto. Dalam amanat tersebut, Pangdam menegaskan bahwa program bertema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa" ini terbukti efektif mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain di Lombok Timur, pencapaian serupa juga diselesaikan oleh tiga Satgas TMMD lainnya di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana yang tersebar di Kabupaten Ende, Sumba Barat Daya, dan Karangasem.

Pangdam IX/Udayana selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Lombok Timur serta instansi terkait atas sinergi dan dukungan anggaran yang bersumber dari kolaborasi APBD Lombok Timur 2026 dan Anggaran Komando Atas Mabes TNI. Tingginya semangat gotong-royong warga Desa Paok Lombok selama pengerjaan menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi ini adalah penggerak utama kemajuan daerah. Pihak TNI juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekhilafan selama berinteraksi dengan warga, seraya meminta para Dansatgas segera melakukan konsolidasi dengan mengutamakan faktor keamanan personel maupun materiil.

Seluruh target program dilaporkan berhasil rampung 100 persen. Pada sasaran fisik utama, Satgas telah menuntaskan perabatan Jalan Usaha Tani sepanjang 60 meter dan pentalutan Jalan Usaha Tani sepanjang 1.130 meter. Di samping itu, personel di lapangan juga mencatatkan overprestasi pada sasaran tambahan melalui rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan empat unit sumur bor, pembangunan tower air atau bak penampungan, serta perbaikan fasilitas MCK dan tempat wudhu warga.

Tidak hanya infrastruktur fisik, aspek nonfisik berupa penyuluhan dan pelayanan masyarakat juga berjalan menyeluruh. Program edukasi tersebut mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi rekrutmen prajurit TNI, bahaya narkoba, penanggulangan bencana alam, cara hidup sehat, pelayanan KB Kesehatan, kegiatan Posyandu dan Posbindu, pencegahan stunting, penyuluhan pertanian, penanaman 1.000 pohon untuk penghijauan, hingga pengobatan gratis dan bakti sosial pembersihan lingkungan.

Keberhasilan menyeluruh ini digerakkan oleh Satuan Pelaksana yang solid, melibatkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD sebanyak 150 personel gabungan TNI, Polri, dan dinas teknis daerah. Upacara penutupan yang diikuti oleh jajaran TNI, Polres, Pol PP, BPBD, Dishub, Damkar, dan Pramuka tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung lokasi hasil TMMD oleh Danrem 162/Wira Bhakti bersama Bupati, Ketua DPRD, dan jajaran Forkopimda Lombok Timur.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.