Dari Sebuah Video Pendek, Mahasiswa KPI IAIH Pancor Buktikan Mampu Bersaing di Kancah Nasional
Lombok Timur - Di tengah derasnya arus konten digital yang membanjiri media sosial setiap hari, sebuah karya sederhana dari mahasiswa Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor berhasil mencuri perhatian di tingkat nasional. Melalui sebuah video pendek yang sarat pesan dakwah, Muhammad Abdullah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, berhasil meraih Juara III pada Lomba Short Video Mahasiswa Se-Indonesia dalam ajang DACOMFEST (Dakwah & Communication Festival) 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor itu menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kreativitas dalam mengemas pesan dakwah melalui media audiovisual. Di tengah persaingan yang ketat, karya Muhammad Abdullah mampu tampil sebagai salah satu yang terbaik.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi cerminan bahwa mahasiswa KPI IAIH Pancor mampu beradaptasi dengan perkembangan komunikasi digital. Di era ketika pesan lebih mudah diterima melalui visual yang menarik dan cerita yang menyentuh, kemampuan memproduksi konten kreatif menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa komunikasi.
Ketua Program Studi KPI IAIH Pancor, Daeng Sani Ferdiansyah, M.Sos., menilai capaian tersebut sebagai buah dari semangat belajar dan keberanian mahasiswa untuk terus mengembangkan diri di luar ruang kelas.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa KPI IAIH Pancor mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kami terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya-karya kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di level nasional maupun internasional," ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIH Pancor, Dr. Suaidi, M.Hum. Menurutnya, keberhasilan tersebut sejalan dengan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan media digital.
"Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam karya nyata yang diakui secara nasional. Fakultas akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun nonakademik," tuturnya.
Bagi IAIH Pancor, kemenangan ini bukan sekadar tambahan daftar prestasi mahasiswa. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses pembinaan mahasiswa berjalan ke arah yang tepat. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Muzayyin, M.A., menegaskan bahwa kampus akan terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui berbagai kompetisi.
"Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih mahasiswa KPI IAIH Pancor. Kampus akan terus memberikan ruang, pembinaan, serta dukungan kepada mahasiswa agar aktif mengikuti kompetisi di berbagai bidang. Prestasi ini diharapkan menjadi budaya akademik yang terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa IAIH Pancor yang mampu mengharumkan nama institusi di tingkat nasional bahkan internasional," ungkapnya.
Ajang DACOMFEST sendiri telah menjadi ruang pertemuan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui festival ini, para peserta ditantang untuk menghadirkan karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai dakwah dengan pendekatan yang relevan bagi masyarakat digital.
Keberhasilan Muhammad Abdullah menjadi bukti bahwa pesan-pesan kebaikan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Sebuah video berdurasi singkat ternyata mampu menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan gagasan, menginspirasi, sekaligus membawa nama kampus ke panggung nasional.
Bagi IAIH Pancor, prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan mahasiswa. Melalui peningkatan kompetensi, pendampingan karya kreatif, serta dukungan terhadap partisipasi dalam berbagai kompetisi, kampus berharap akan lahir lebih banyak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, sebuah prestasi tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia lahir dari keberanian seorang mahasiswa untuk bercerita melalui sebuah video pendek yang kemudian membawa nama almamaternya dikenal di tingkat nasional.



Post a Comment