Wabup Lotim Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting


Selong – Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan pendampingan analisis situasi dalam aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Ruang Rapat Bappeda Lombok Timur, Rabu (28/1).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat langkah strategis berbasis data.

“Rapat dan pendampingan ini menjadi sangat penting sebagai upaya memperkuat langkah strategis penurunan stunting berbasis data yang akurat dan terukur,” ujarnya.

Ia juga menyoroti angka stunting Lombok Timur yang masih tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan data Desember 2025, angka stunting tercatat 22,39 persen, sementara pada Januari 2026 terdapat tambahan 0,8 persen atau 545 kasus baru.

Wabup meminta agar data dari seluruh kecamatan diverifikasi kembali agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran. Ia menegaskan penanganan stunting tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Data dari 21 kecamatan harus akurat dan dikelola dengan baik agar intervensi lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Arifin Effendy Hutagalung, menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dalam mencapai target nasional penurunan stunting.

Ia menyebut target nasional stunting sebesar 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045 hanya dapat dicapai melalui konvergensi lintas sektor yang kuat.

“Pencegahan stunting tidak hanya mengandalkan perluasan program, tetapi harus ditopang oleh kualitas perencanaan berbasis analisis data yang tajam,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, hingga perwakilan daerah di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Melalui pendampingan ini, diharapkan lahir rekomendasi berbasis data yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan program penurunan stunting ke depan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.