Dikbud Lombok Timur Larang Konvoi, Study Tour, dan Pungutan Perpisahan
Lombok Timur - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur mengeluarkan imbauan tegas terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan bagi siswa kelas akhir di jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Sekretaris Dikbud Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah beban biaya berlebih bagi orang tua menjelang akhir tahun pelajaran.
“Sekolah diminta memastikan kegiatan perpisahan berlangsung sederhana, tidak berlebihan, dan tidak memberatkan wali murid,” ujarnya.
Dalam surat edaran tersebut, Dikbud secara tegas melarang siswa melakukan konvoi atau pawai, baik setelah ujian sekolah maupun saat pengumuman kelulusan. Selain itu, kegiatan karyawisata atau study tour ke luar daerah maupun ke tempat wisata dalam rangka perpisahan juga tidak diperbolehkan.
Sebagai alternatif, kegiatan perpisahan diimbau dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan konsep sederhana dan mengandung nilai pendidikan karakter. Kegiatan tersebut diharapkan diinisiasi oleh siswa, misalnya melalui OSIS atau panitia siswa, sementara guru hanya berperan sebagai pembina dan pengawas.
“Guru dan pihak sekolah tidak boleh menjadi penyelenggara utama. Mereka hanya bertugas mengawasi agar kegiatan tetap sesuai dengan norma dan tata tertib,” jelas Lalu Bayan.
Dikbud juga melarang adanya pungutan biaya yang dapat membebani orang tua siswa. Meski demikian, sekolah tetap diperbolehkan memanfaatkan dana BOS sesuai petunjuk teknis untuk mendukung kegiatan perpisahan secara wajar.
Lebih lanjut, kegiatan perpisahan dianjurkan diisi dengan aktivitas positif, seperti syukuran sederhana, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, hingga kegiatan sosial, seperti gotong royong membersihkan lingkungan atau tempat ibadah.
Dikbud menegaskan bahwa kepala satuan pendidikan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kebijakan ini di masing-masing sekolah.
“Kami ingin memastikan momen kelulusan tetap bermakna tanpa harus berlebihan, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial kepada siswa,” tutupnya.



Post a Comment