Peletakan Batu Pertama Gedung Rektorat ITSKes Muhammadiyah Selong, Mendikdasmen Desak Kampus Buka Prodi Inovatif
Selong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Abdul Mu’ti, dalam agenda peletakan batu pertama pembangunan gedung Rektorat Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong, Ahad (17/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kedinasan Mendikdasmen di wilayah Lombok Timur.
Dalam arahannya di lokasi acara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti melecut motivasi jajaran civitas akademika ITSKes Muhammadiyah Selong untuk terus memupuk etos kerja dan semangat kompetitif demi menjadi institusi pendidikan tinggi terbaik. Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas intelektual dan spiritual di dalamnya.
“Semangat menjadi yang terbaik ini harus kita bangun supaya gedung yang terbangun ini tidak sekadar menjadi fisik semata-mata, tetapi juga ada spirit yang melekat di dalam fisik yang kita sudah bangun bersama-sama,” jelas Abdul Mu’ti menekankan filosofi pembangunan kampus.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa watak dasar kader dan lembaga Muhammadiyah adalah senantiasa adaptif terhadap perubahan serta konsisten dalam berinovasi. Jajaran perguruan tinggi diminta tidak bersikap kaku atau anti terhadap pembaruan, melainkan harus jeli menyerap hal-hal positif dari luar untuk kemajuan internal kampus.
“Jangan anti perubahan. Belajarlah dari yang lain, yang baik kita ikuti yang tidak baik tidak usah kita ikuti,” pesannya di hadapan civitas akademika.
Sebagai langkah konkret, Mendikdasmen mendorong manajemen ITSKes Muhammadiyah Selong untuk berani meluaskan jangkauan pengabdian dengan membuka program studi (prodi) baru yang relevan dengan dinamika zaman, tanpa sedikit pun mengendurkan standardisasi mutu akademik. Perguruan tinggi dituntut tanggap membaca kebutuhan riil pasar kerja dan tantangan sosial di tengah masyarakat agar lulusan yang dihasilkan memiliki keunggulan kompetitif yang spesifik.
“Kalau hanya biasa saja maka bisa jadi bermasalah karena tidak ada kekhususan. Karena itu ITSKes harus mencari prodi-prodi yang dibutuhkan masyarakat,” urai Mendikdasmen memetakan tantangan pendidikan tinggi.
Ia menaruh harapan besar agar keberadaan ITSKes Muhammadiyah Selong dapat mengulurkan kontribusi nyata dalam memecahkan problem sosial-ekonomi di daerah, salah satunya dengan menjadi jembatan pendidikan bagi anak-anak buruh migran asal Lombok Timur yang kerap menghadapi kendala akses untuk menempuh gerbang perguruan tinggi. Abdul Mu’ti juga mendoakan agar pengerjaan gedung rektorat baru ini dapat berjalan lancar dan rampung tepat waktu demi mendukung akselerasi visi baru kampus.
Merujuk pada cetak biru perencanaan, gedung Rektorat ITSKes Muhammadiyah Selong tersebut dirancang setinggi tiga lantai dan ditargetkan selesai sepenuhnya dalam kurun waktu sembilan bulan ke depan.
Agenda peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Kepala UPT Dikdasmen NTB, jajaran pimpinan PGTK, Kepala BPMP, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, pengurus daerah Muhammadiyah, serta jajaran Anggota Aisyiyah Lombok Timur.



Post a Comment