HUT ke-75 IBI Lombok Timur: Luncurkan Satgas Pencegahan Pernikahan Dini demi Tekan Angka Stunting
Selong – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lombok Timur merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 dengan menggelar berbagai aksi sosial nyata. Acara yang berlangsung khidmat di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Rabu (24/6), ini dirangkaikan dengan bakti sosial pencegahan stunting, donor darah, hingga pelantikan Satgas Pencegahan Pernikahan Dini.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para bidan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di daerah tersebut.
"Hari ini saya puas dan terharu. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi diisi dengan kegiatan sosial nyata yang dilakukan dengan ikhlas. Ini sangat membantu pemerintah," ujar Haerul dalam sambutannya.
Bupati menegaskan bahwa peran bidan di Lombok Timur sangat krusial karena satu orang bidan bisa melayani ratusan warga. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap bidan harus terus dijaga dengan pelayanan yang ramah dan profesional. Ia juga memastikan Pemkab Lombok Timur siap mendukung penuh program-program IBI ke depan.
Senada dengan Bupati, Ketua IBI Provinsi NTB, Hj. Rohliana, menyebut bidan sebagai investasi masa depan bangsa. Dari total 8.766 bidan di NTB, sebanyak 1.576 orang di antaranya bertugas di Lombok Timur.
"Kita tidak hanya dituntut menambah jumlah, tetapi juga meningkatkan kualitas. Saya mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan mengutamakan keselamatan ibu serta bayi," kata Rohliana.
Sementara itu, Ketua Pengurus IBI Cabang Lombok Timur, Inna Fakhria, memaparkan sejumlah capaian positif kinerja bidan sejak April 2026. Salah satunya adalah tren penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 24 kasus pada tahun 2024 menjadi 20 kasus pada 2025. Sedangkan hingga Juni 2026, tercatat ada 13 kasus AKI.
Selain itu, IBI Lombok Timur juga berhasil melampaui target pelayanan KB, dengan capaian 3.804 akseptor dari target awal 2.802 akseptor (110,06%).
Untuk mengatasi persoalan spesifik di daerah, IBI Lombok Timur meluncurkan dua inovasi program strategis, yaitu:
Satgas MERAK (Merarik Kodek): Satuan tugas khusus untuk mencegah pernikahan usia dini.
Bung Dades (Lumbung Darah Desa): Program penyediaan donor darah tingkat desa sebagai antisipasi darurat persalinan.
Langkah intervensi ini dinilai mendesak mengingat data mencatat angka persalinan pada ibu di bawah usia 19 tahun di Lombok Timur masih mencapai 376 orang. Oleh karena itu, fokus pendampingan akan dimaksimalkan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
Acara peringatan HUT IBI ke-75 ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Ketua GOW, perwakilan Dinas Kesehatan, DP3AKB, Camat Masbagik, serta kepala desa setempat. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan simbolis kepada pihak desa.


Post a Comment