Sempat Vakum 8 Tahun, PKN Tingkat II NTB Kembali Digelar; Lotim Kirim 6 Pejabat Eselon II

 


Mataram – Sebagai wujud komitmen dalam mendongkrak kualitas pelayanan publik dan kompetisi birokrat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengirimkan enam pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII.

Pelatihan yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB ini dibuka langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, di Ruang Karya BPSDMD NTB, Selasa (2/6).

Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti, Bupati Lombok Barat, serta jajaran perwakilan kepala daerah se-NTB.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti, memberikan apresiasi mendalam atas kembali terselenggaranya pelatihan kepemimpinan ini di NTB setelah sempat vakum selama delapan tahun. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang didukung anggaran daerah demi mencetak birokrat yang kompeten.

"Tantangan zaman hari ini sangat kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, digitalisasi, dinamika geopolitik, ancaman krisis pangan dan energi, hingga keterbatasan fiskal daerah. Birokrasi tidak boleh lagi bekerja sekadar administratif. Kita butuh pemimpin publik yang adaptif, cepat mengambil keputusan, dan mampu berkolaborasi lintas sektor," tegas Wagub Indah.

Kepemimpinan Adaptif dan Berdampak Nyata

Senada dengan Wagub, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengingatkan bahwa organisasi pemerintahan dituntut untuk terus bergerak dinamis. Menjadi seorang pemimpin yang solutif membutuhkan proses dan wadah pengembangan yang terstruktur, salah satunya melalui diklat kepemimpinan.

"Pemimpin tidak lahir begitu saja. Di era ketidakpastian ini, investasi terbesar bukan hanya pada teknologi, melainkan pada kualitas kepemimpinan. Pemimpin harus adaptif, di mana keputusan yang diambil tidak hanya menghasilkan luaran (output), tetapi juga membawa dampak nyata (outcome) bagi masyarakat," jelas Taufiq.

Skema Pelatihan PKN Tingkat II Angkatan XIII:

Pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas manajerial para pejabat teras ini memiliki poin-poin pelaksanaan sebagai berikut:

  • Waktu Pelaksanaan: Berlangsung selama hampir empat bulan, mulai 2 Juni hingga 26 September 2026.

  • Metode Pembelajaran: Menggunakan sistem Blended Learning (kombinasi pembelajaran mandiri/nonklasikal secara daring dan metode klasikal/tatap muka di kampus BPSDMD NTB).

  • Jumlah Peserta: Diikuti oleh 60 peserta yang merupakan jajaran pejabat struktural dari berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Pemkab Lombok Timur berharap keenam pejabat yang dikirim mampu membawa inovasi baru dan memimpin transformasi pelayanan publik yang lebih responsif di instansi masing-masing.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.